GTA 6 Tidak Akan Rilis Pasa Masa Pemerintahan Donald Trump

Grand Theft Auto 6 Batal Rilis

Salah satu bos Rockstar Games, Dan Houser kabarnya berusaha tidak akan merilis seri terbaru Grand Theft Auto, yakni GTA 6 pada masa pemerintahan presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Dilasir dari hasil interview dengan GQ Magazine, Dan Houser mengungkap kalau bisnis mereka tidak cocok dengan situasi Amerika Serikat saat ini.

Pengaruh Situasi Sosial dan Politik

Dan Houser, Co-Founder Rockstar Games
Dan Houser, Co-Founder Rockstar Games

Houser bilang kalau situasi perkembangan politik di Amerika Serikat saat ini membuat apapun yang mereka kerjakan seputar GTA 6 terkadang menjadi tidak jelas.

Selain itu, menurut Houser, perkembangan antara liberalisme dan konservatisme sekarang ini sangat garis keras dan mudah marah.

Belum lagi keduanya terkadang suka mengarah pada hal-hal yang tidak jelas.

Konten Grand Theft Auto yang Mengundang Kontroversi

GTA 5 Misi Civil Border Patrol

Memang hal ini dapat menjadi pertimbangan besar dari pihak Rockstar Games. Terlebih lagi GTA memiliki konten dan gameplay yang dapat mengundang kontroversi.

Seperti misalnya pada GTA 5, ada grup bernama Civil Border Patrol mengejar beberapa imigran yang secara personal mereka anggap sebagai imigran gelap atau ilegal. Walaupun sebenarnya imigran tersebut tidak berbahaya.

Belum lagi misi lain pada GTA 5 yang mengharuskan pemain menangkap orang Meksiko dengan senjata kejut listrik karena masalah legalitas. Walaupun nantinya orang Meksiko ini memiliki dokumen kewarganegaraan yang legal.

Tentunya hal ini akan mengundang banyak kontroversi pada warga Amerika ataupun warga negara lain yang menerima distribusi game aksi ini.

Red Dead Redemption 2 Tetap Jalan

Red Dead Redemption 2Terlepas dari mundurnya jadwal rilis GTA 6, Dan Houser bilang kalau Red Dead Redemption 2 akan segera dapat dinikmati para gamers. Hal ini tidak menjadi masalah karena Red Dead Redemption 2 mengambil latar belakang kisah pada abad masa lalu.

Walaupun mengisahkan kehidupan jadul, game ini juga belum tentu terlepas dari masalah kontroversi di Amerika Serikat. Seperti misalnya harus ada keseimbangan antara tingkat akurasi sejarah yang sebenarnya dan kisah ‘fiksi’.

Menurut Houser, game terbaru Rockstar Games ini masih memerlukan beberapa kerja keras karena akan ada kemungkinan masalah kontroversi baru. Seperti misalnya masalah ras dan gender.

Tapi Houser memastikan Red Dead Redemption 2 akan rilis tepat waktu, mengingat game ini dikembangkan melalui karyawan sebanyak 2.000 orang dan 8 tahun masa pengembangan.

Punya komentar/saran?

Please enter your comment!
Please enter your name here