Story Line ‘Captain Tsubasa: Dream Team’ – Middle School Part 1

Desember 2017 lalu, developer KLabGames udah berhasil ngerilis versi global dari permainan Captain Tsubasa: Dream Team untuk hadir ke Play Store ataupun App Store.

Game ini akan ngajak kita seru-seruan main sambil nostalgia dengan kisah perjalanan Tsubasa Ozora yang khas dengan jargonya ‘bola adalah teman’. Kalau sebelumnya udah ada pembahasan tentang guide awal permainan, kali ini adalah tulisan tentang bocoran story line yang ada di permainan Captain Tsubasa: Dream Team.

The Legend Begins

Screenshot_20180124-023528.pngRupanya KLabGames ngelewatin cerita awal Tsubasa Ozora waktu masih SD yang masuk ke sekolah Nankatsu di provinsi Shizuoka. Jadi story line permainan ini langsung mulai dari Jepang yang lagi mengadakan turnamen Japan U-12 Football Championship.

Nah dari sini, Tsubasa Ozora bareng sama rekan satu timnya di sekolah Nankatsu udah mulai bertanding ngelawan pemain dan tim terbaik dari setiap perwakilan provinsi di Jepang. Karena kombinasi tiga pemain emas: Tsubasa Ozora, Taro Misaki dan kiper jenius Genzo Wakabayashi, Nankatsu berhasil maju ke babak final ngelawan kesebelasan Meiwa FC dengan Kojiro Hyuga sebagai kaptennya.

Di final Japan U-12 Football Championship, pertandingan cukup alot, tapi setelah dua kali extra time alias babak tambahan, Nankatsu  akhirnya bisa memenangkan kejuaraan.

Tapi….setelah kemenangan ini…. Roberto Hongo, pelatih sekaligus satu teman dekat Tsubasa Ozora, tiba-tiba harus kembali ke Brazil sendirian. Padahal sebelumnya Roberto Hongo udah berjanji bakal ngebawa Tsubasa Ozora belajar sepak bola di Brazil kalau saja dia bisa menjuarai Japan U-12 Football Championship. Perasaan senang campur sedih menggerayangi hati dan pikiran Tsubasa saat itu.

Tsubasa Ozora: Kenapa kamu pergi ROBERTOOOO??!!

Sebagai kapten tim dan sosok yang pantang menyerah, Tsubasa Ozora mulai ngelupain kesedihan atas perginya Roberto Hongo ke Brazil. Dua tahun berlalu, akhirnya Tsubasa Ozora duduk di kelas dua bangku SMP, dan selama dua berturut ini pula Tsubasa ngebantu tim Nankatsu memenangkan National Middle School Tournament (turnamen nasional tingkat SMP). Satu tahun terakhir di bangku SMP, Tsubasa berniat memecahkan rekor untuk ngebawa Nankatsu memenangkan National Middle School Tournament selama tiga tahun berturut.

Otomo Middle School’s Challenge

Screenshot_20180124-020940.pngWaktu tim Nankatsu lagi latihan, Ryo Ishizaki (pemain belakang Nankatsu) ngeliat ada segerombolan anak muda memperhatikan latihannya Nankatsu. Disaat yang sama, karena lagi latihan, Tsubasa mengoper bola ke Ishizaki, dan Ishizaki nggak bisa nerima bola dengan baik. Bola yang dioper Tsubasa mengarah ke gerombolan anak muda itu. Waktu mau ngambil bola, ternyata Ishizaki baru sadar kalau gerombolan anak muda itu ternyata adalah teman lama (mantan siswa Nankatsu) dari sekolah Otomo dari provinsi Shizuoka juga, dimana salah satunya ada Hanji Urabe (kapten tim Otomo) dan Shun Nitta. Izhizaki pun menyapa mereka.

Ryo Ishizaki: Haiii guys! Gak terasa ya, lama kita gak ketemu, Urabe! Tolong oper bolanya dong?

Ngga lama kemudian Hanji Urabe dengan sombongnya menyuruh Ishizaki untuk mengambil sendiri bola yang loss tadi. Urabe minta ke Ishizaki untuk jangan bertingkah sok kenal seperti teman dekat. Dulu memang teman, tapi sekarang kita adalah rival, kata Urabe. Karena kesal dengan perlakuan Urabe, Ishizaki minta latihan dihentikan sementara untuk membentak Urabe.

Ryo Ishizaki: Kamu itu kan orang yang sangat takut untuk pertandingan persahabatan ngelawan kami!

Pertengkaran antara Ishizaki dan Hanji Urabe akhirnya ditengahi sama Shun Nitta. Nitta minta ke mereka berdua untuk santai aja karena mereka dulunya adalah teman dekat. Tapi disaat yang sama, Nitta dan teman-temannya menantang Tsubasa Ozora dan Nankatsu SC untuk pertandingan persahabatan. Kick-off pun dimulai…… Setelah Ishizaki ngoper bola ke Tsubasa, dengan sekejap mata bola berhasil direbut sama Shun Nitta dan dia langsung memamerkan tendangan andalannya: ‘FALCON SHOT!’. Tendangan ini gagal ditangkap Yuzo Morisaki (kiper Nankatsu). Karena berhasil mencetak skor, pemain Otomo meremehkan pemain Nankatsu.

Hanji Urabe: Ya, kamu suka itu? Itu yang terjadi kalau kamu macam-macam dengan Otomo! Tahun ini kami yang akan memenangkan National Middle School Tournament!

We Can Beat Nankatsu

Story line kali ini berlatar di ruang ganti sebelum babak penyisihan tahun ketiga National Middle School Tournament antara Otomo dengan Nankatsu.

Jadi selama setengah tahun, Otomo udah memprediksi kalau Nankatsu akan maju ngelawan mereka di babak final tahun ini. Itu alasannya Otomo sering memperhatian Nankatsu waktu lagi latihan. Sebagai kapten, Hanji Urabe memprovokasi teman satu timnya untuk semangat ngelawan Nankatsu.

Hanji Urabe: Sekarang ini saatnya bagi kita untuk menunjukkannya!

Otomo sangat yakin kalau Nankatsu adalah tim yang kuat, tapi tekat Otomo udah bulat kalau tahun ini merekalah yang akan memenangkan turnament.

Menurut Hanji Urabe, pertandingan kualifikasi kali ini Nankatsu bakal melakukan banyak serangan yang dimana semuanya berpusat ke Tsubasa Ozora, tapi Otomo udah punya Otomo Quartet (salah satu spesial skill di sekolah Otomo, terdiri dari: Hanji Urabe, Takeshi Kishida, Masao Nakayama dan Koji Nishio) yang nggak akan bisa dilewatin Tsubasa.

Winner’s Interview

Setelah pertandingan yang cukup sengit antara Omoto vs Nankatsu di babak kualifikasi National Middle School Tournament, Nankatsu berhasil menang. Banyak media yang menyorot kemenangan Nankatsu dan mewawancarai Tsubasa sebagai kapten tim.

Salah satu wartawan bertanya ke Tsubasa: ‘ada nggak sih pemain yang sekarang ini pengen banget kamu hadapin?’. Dari pertanyaan si wartawan ini, Tsubasa menjawab kalau dia pengen ngelawan Taro Misaki (Taro Misaki dulunya sekolah di SD Nankatsu. Tsubasa dan Misaki sempat jadi pasangan emas tim Nankatsu untuk menjuarai Japan U-12 Football Championship. Tapi keluarga Misaki hidup berpindah-pindah, dan terpaksa setelah lulus SD Misaki harus ikut orang tuanya untuk pindah ke tempat yang Misaki sendiri pun belum tau).

Karena jawaban dari Tsubasa ini, si wartawan pun kaget, karena memang sampai detik ini nggak ada satu orang pun yang tau dimana keberadaan Misaki, bahkan ada rumor yang bilang kalau Misaki nggak akan pernah lagi main sepak bola karena cedera kaki yang cukup parah. Tapi Tsubasa percaya kalau di detik yang sama, saat ini Misaki lagi main sepak bola.

The Soccer Festival Begins

Babak kualifikasi National Middle School Tournament pun masih berlangsung, dan kali ini Nankatsu akan berhadapan dengan SMP Nakahara. Nakahara adalah salah satu sekolah di provinsi Gifu, Jepang. Jelang pertandingan ngelawan Nankatsu, SMP Nakahara melakukan formasi all-out-defence, karena memang Nankatsu udah terkenal dengan kemampuan serangan yang sangat ganas. Semua pemain SMP Nakara bertahan digaris pertahanan dan cuma menyisakan satu pemain didepan untuk mencetak skor, dia adalah Singo Aoi. Karena kepercayaan penuh yang dikasih teman-teman satu timnya, Singo Aoi dapat semangat besar untuk nunjukin seberapa kuat kemampuannya main sepak bola.

If You Really Love Soccer, Don’t Give Up!

Berkat kerja sama yang baik, Nankatsu kembali memenangi pertandingan melawan SMP Nakahara. Nah karena kekalahan ini, Singo Aoi sangat marah dan kesal, ditambah lagi teman satu timnya malah ngasih selamat atas kemenangan Nankatsu. Perasaan marah dan kesal ditambah pula dengan perasaan sedih karena Singo Aoi gagal memegang kepercayaan yang udah dikasih sama teman satu timnya malah bikin Singo Aoi jadi patah semangat. Untungnya, setelah pertandingan selesai, Tsubasa Ozora menepuk pundak sekaligus ngasih semangat ke Aoi.

Tsubasa Ozora: Pertandingan yang sengit ya, nomor 12! Kamu bermain sangat bagus!

Rupanya karena belum kenal, Tsubasa manggil Aoi dengan panggilan nomor 12. Tsubasa berpesan ke Aoi kalau memang cinta dengan sepak bola, jangan menyerah. Karena perkataan dari Tsubasa ini, Aoi ngebuang jauh-jauh perasaan sedih karena kalah dipertandingan hari ini.

Road To Recovery

Screenshot_20180124-023559.pngStory line kali ini kembali di flashback ke waktu pertandingan untuk perebutan final di Japan U-12 Football Championship…..

 Pluit tanda pertandingan selesai pun dibunyikan wasit, SMP Nankatsu dari provinsi Shizuoka berhasil mengamankan posisi untuk maju besok ke babak final. Dipertandingan perebutan final ini, Tsubasa dan kawan-kawan ngelawan Jun Misugi (banyak yang percaya kalau aja Jun Misugi nggak punya masalah dengan penyakit jantung, dia adalah pemain terhebat di Jepang, bahkan kemampuannya melebihi  Tsubasa Ozora) dari SMP Musashi.

Di pertandingan ini, Jun Misugi nggak bisa perform dengan baik karena memang dia mengidap penyakit jantung yang cukup serius, bahkan dokternya menyarankan Misugi untuk bermain cuma 30 menit dipertandingan.

Karena kalahnya Musashi dari Nankatsu, Misugi ngasih pesan ke Tsubasa kalau dia nggak akan pernah berhenti jadi pemain terbaik, bahkan penyakit jantung bukanlah sebuah penghalang untungnya.

2 tahun setelah kejadian itu, tepatnya hari ini, dokter menyatakan Jun Misugi udah sembuh total dari penyakit jantung yang dideritanya. Menurut dokter, Misugi sembuh lebih cepat dari perkiraan karena tekad yang bulat untuk bisa segera kembali main sepak bola. Ditambah lagi ada Yayoi Aoba (dulunya sekolah di Nankatsu, tapi pindah dan jadi sekretaris di sekolah Musashi. Sejak pindah ke Musashi, Yayoi sangat care ke Misugi). Karena dinyatakan sembuh, Misugi pun dapat ijin dari dokternya untuk ambil bagian di National Middle School Tournament tahun ini.

Pulang dari rumah sakit, Misugi dan Yayoi langsung jalan ke stadion, karena hari ini juga SMP Musashi akan ngelawan SMP Nankatsu di National Middle School TournamentKomentatorpun ngumumin ke penonton yang udah datang kalau si pemain jenius Jun Misugi bisa kembali bermain untuk pertandingan hari ini.

Solo Training In Okinawa

Screenshot_20180124-023620.pngSetelah Jun Misugi dan timnya di Musashi berhasil dikalahkan Nankatsu, beberapa hari kemudian Musashi juga harus berhadapan dengan Perguruan Toho (tim yang salah satunya berisikan Kojiro Hyuga si pemain kasar dengan tendangan ‘Neo Tiger Shot’ dan juga Ken Wakashimazu si ‘Karate Kiper’).

Di pertandingan ini, Perguruan Toho berhasil mengalahkan Musashi, tapi saat selesai pertandingan, tepatnya di ruang ganti pemain, tiba-tiba muncul pelatih Kira (mantan pelatih personal Kojiro Hyuga). Disini pelatih Kira menyindir Hyuga yang udah beberapa lama nggak ketemu, tapi sekalinya ketemu untuk nonton pertandingan Toho, Kira menganggap Hyuga udah menjadi pemain ramah alias ngga kasar lagi.

Kira ngatain Hyuga dengan bilang kalau Hyuga udah seperti macan yang kehilangan taringnya. Sindirian ini karena waktu dilapangan, pelatih Kira ngeliat Hyuga merasa nggak enak hati ke Jun Misugi. Karena perasaan nggak enak hati inilah, Hyuga ngebiarin Misugi ngerebut bola darinya dan membuat Toho kena serangan balik. Bahkan saat serangan balik ini pun, Hyuga nggak mundur ke belakang untuk ngebantu pertahanan Toho, untungnya Wakashimazu bisa menyelamatkan gawang, jadi Musashi nggak bisa menyamai skor.

Pelatih Kira bilang ke Hyuga kalau seandainya skor hari ini seri, itu adalah TOTAL SALAHMU! Bahkan pelatih Kira nggak ingat kalau dia pernah melatih Hyuga dengan gaya bermain ramah tamah seperti dipertandingan hari ini. Pelatih Kira mengingatkan Hyuga, kalau seperti ini terus, kemampuan dia akan terus dibelakang atau bahkan tertinggal jauh dari Tsubasa Ozora.

Pelatih Kira: Dengar Kojiro! Sekali kamu udah ada di lapangan, kamu harus ninggalin semua keramah-tamahan mu! Kamu harus main tanpa belas kasian!! Kamu harus tetap menyerang, bahkan saat Misugi terlentang didepan mu!

Pelatih Kira ngasih tau ke Hyuga kalau sekarang dia ngebuka sekolah sepak bola di Okinawa (wilayah kepulauan di Jepang) sekaligus jadi pelatihnya. Pelatih Kira menyuruh Hyuga datang ke Okinawa kalau memang dia mau menang di National Middle School Tournament tahun ini.

Beberapa hari kemudian, dengan maksud untuk mengembalikan taring alias keganasannya di lapangan, Hyuga terbang ke Okinawa dan berlatih dibawah bimbingan pelatih Kira. Karena memang Okiawa adalah daerah kepulauan yang banyak pantainya, maka disana Hyuga latihan menggiring dan menendang bola diatas air pantai sambil diterjang ombak yang cukup besar. Setelah latihan bola yang sangat keras di Okinawa, pelatih Kira menganggap Hyuga udah mendapatkan kembali taringnya. Pelatih Kira ngasih tiket pesawat untuk Hyuga kembali ke Tokyo.

Naniwa Middle School’s Ambition

Nggak banyak scene yang ada dibagian ini. Story line bagian ini bercerita tentang kekalahan SMP Naniwa (sekolah yang didalamnya ada Makoto Soda, pemain belakang yang selalu tau gimana caranya mencederai kaki lawan tanpa sepengetahuan wasit) ngelawan SMP Azuma-Ichi dalam pertandingan persahabatan.

Punya komentar/saran?

Please enter your comment!
Please enter your name here